Sabtu, 03 Mei 2014

Jangan Korbankan Ini Untuk Pria

Old Sunday - Saya melihat orang-orang menjadi gila saat mereka jatuh cinta, nggak di facebook atau di kehidupan nyata, mereka sama lebaynya sampai-sampai saya tergoda ingin menulis sesuatu tentang itu. Tapi topik jatuh cinta dan kelebayannya saya simpan untuk update lain kali, karena ada hal penting yang ingin segera saya sampaikan kepada para wanita yaitu mengenai hal-hal yang tidak boleh dikorbankan untuk pria tidak peduli suami atau bukan. 


Standar

Wanita seringkali menolak pria yang sesuai dengan kriteria, karena pria-pria yang baik hati - tulus - perhatian cenderung membosankan. Wanita itu suka drama, wanita senang mendapat perhatian dari banyak lawan jenis dan itu alami. Sehingga ketika wanita tidak mendapat perhatian dari satu pria, wanita melupakan standarnya dan berusaha mendapatkan perhatian itu kembali. Padahal jika kita mau bersikap bijaksana, kita tidak perlu membuang-buang waktu dengan sosok pendamping yang pada dasarnya tidak menenuhi standar. 

Menjadi Seseorang Yang Lain

Saya bukan penganut "Natural Apa Adanya", saya percaya bahwa manusia itu harus fleksible, meningkatkan kualitas diri dengan merubah segala hal yang ada pada dirinya terus menerus ke arah yang lebih baik. Prinsip inilah yang membuat saya merubah penampilan seperti apa yang dia mau. Sebenarnya itu sama sekali bukan hal yang merugikan, akan tetapi ketika saya berusaha menjadi seseorang yang lain -yang sebenarnya tidak mewakili jati diri- bukan indikator hubungan yang sehat. Menjadi seseorang yang lain itu seperti gatal yang tidak tahu harus digaruk sebelah mana, atau seperti lapar yang makan berapa banyak pun tidak kenyang juga. 

Waktu Bersama Sahabat

Berhubungan dengan seorang psikopat di masa lampau sudah cukup membuat saya sadar akan pentingnya waktu bersama sahabat. Saya sedih setiap kali teman-teman hang out tanpa saya, saya pikir itu cuma masalah sepele, moment itulah yang perlahan-lahan harus saya lepaskan karena sebagai gantinya saya mendapatkan kebahagiaan penuh dari pasangan. Ternyata pemikiran itu salah besar, masalah yang awalnya saya anggap sepele menjadi bom waktu. Hubungan yang sehat adalah hubungan yang seimbang, jadi saya belajar untuk membagi waktu kapan saya harus mendiskusikan pekerjaan bersama keluarga, teman, atau pasangan. 

Tulisan ini dibuat murni dari pengalaman saya pribadi, dengan tujuan untuk memberi inspirasi pada wanita lainnya. Saya bukan pakar cinta atau semacamnya, karena toh blog ini hanya media untuk berbagi.. Jangan ragu untuk menuliskan pendapatnya di kolom komentar, salam kiss bye dari admin blog Old Sunday, muaach :*
11.21
Posted By: Elsawati Dewi

Jangan Korbankan Ini Untuk Pria

Share:

Post a Comment

Facebook
Blogger

60 komentar :

  1. Subhanallah kisah yg haru, smoga mnjadi pelajaran smua orang... Salam dr Tanah Melayu

    BalasHapus
    Balasan
    1. mengharukan sebelah mana ya mas? hehehe

      Hapus
    2. Sebelah sini, tepat di hati...*hehe

      Hapus
  2. widiihh , , ,tipsnya mantep tuh buat para laddiess . . . . .
    Menarik sekali dah , , , ada standarisasi segala , ,hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. beberapa cowok ada yang pakai standar ganda ya mas ell? hehe

      Hapus
  3. Wanita kata Mbak Elsawati Suka Drama, tapi mungkin drama yang
    Menceritakan tentang kasih sayang yang tulus apa yang sedang di
    alami kedua insan itu yah Mbak. tapi yang ada di pikiran saya yaitu
    Wanita Untuk di Cintai dan di kasihi sepenuh jiwa raga, bukan untuk
    Di sakiti, kurang lebih begitu, maaf jika salah persepsi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah kang karris so sweet banget deh..hehehe:)

      Hapus
    2. drama disini maksudnya membesar-besarkan hal sepele
      tapi boleh juga tuh kata-katanya :D

      Hapus
  4. yang pertama layak kalau ada idiem wanita sejak dulu dijajah pria
    yang kedua sama saja dengan menyiksa diri padahal yang baik adalah siapa yang mau menerima apadanya
    dan yang terakhir pandai-pandai membagi waktu itu supaya tidak ada yang merasa dikorbankan

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih mas Thanjawa, tapi semua yang pernah bilang "menerima kamu apa adanya" pada akhirnya pergi juga :'(

      Hapus
  5. Paling nggak bisa jaga diri aja..

    BalasHapus
  6. tapi sepertinya bisa dibalik juga ya teh...bisa dipakai tipsnya oleh para pria :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa juga dipakai cowok, tapi karena saya pikir lebih spesifik ke wanita jadi ya ambil aja yang pentingnya mas Jery :D

      Hapus
  7. sebaiknya kita harus bisa menjaga diri ya mbak, jangan mau disuruh suruh sama cowok kita, ya kalau bisa jangan terlalu nurut deh sama cowok :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mbak. kalau disuruh-suruh bukan pasangan namanya, tapi pembantu.. hehehe

      Hapus
  8. Wanita suka drama ya? Bisa jadi deh hehe :D

    BalasHapus
  9. saya ambil point yang paling penting menurut saya, yaitu waktu, karena waktu tidak akan bisa kembali lagi jadi gunakan waktu sebaik-baiknya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mas Yobert, lebih bagus lagi kalau kita bisa tepat waktu dalam menghadiri setiap pertemuan. karena semua masalah berawal dari terlambat.

      Hapus
  10. terkdang malah cowok yang banyak mengorbankan waktu untuk cewek lo, .. jadi jarang nongrong ama teman teman. pengalamn pribadi. hi hihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. berarti pembagian waktu nih yang kurang merata. menurut saya, antara pacar dan teman, harus mendapatkan porsi yang seimbang :)

      Hapus
  11. jadi apapun bentuk sebuah hubungan jangan terlalu berlebihan ya, semua harus ditempatkan pada porsinya dan pastinya harus balansing gituh deh...:o)

    betewe tak ceking kotak polownya luah ko' saya ternyata belum polow...tapi sekarang mah udah tuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah kebangetan nih mang lembu, blog saya belum di-follow!! padahal saya pemirsa setia desa cilembu :'(

      Hapus
  12. satu lagi ah...
    peringatan kolom komentarnya...guweh bang get deh ih...:o)

    BalasHapus
  13. Heheh.. Aku juga pernah ngalamin, Mbak. Dan aku baru sadar kalo yang aku korbankan itu berharga banget ya. Apalagi nyari sahabat kan ngga segampang nyari musuh.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. lucunya pengalaman saya, yang dulunya jadi musuh sekarang malah jadi sahabat :')

      Hapus
  14. hahaha baru tau saya kalau pria yang baik hati, tulus dan perhatian itu membosankan bagi kaum Hawa, weleh wele............................h

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena pria baik hati - tulus - perhatian itu cuma ada dalam fiksi..

      Hapus
  15. merubah penampilan seperti yg 'dia' suka.. pernah nih gue!! :D

    BalasHapus
  16. artinya, kalau sudah cinta jangan trus terlalu cinta banget ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau gak ada kerjaan pasti yang dipikirin dia terus..

      Hapus
  17. karena pria-pria yang baik hati - tulus - perhatian cenderung membosankan? :D

    BalasHapus
  18. kayaknya itu juga berlaku untuk pria...
    "jangan korbankan itu demi wanita."

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa jadi, bisa jadi, tapi kalau judulnya "jangan korbankan ini demi pasangan" saya nggak dapet feel-nya mas :D

      Hapus
  19. wah berarti saya nggak banget donk di mata wanita mbak.. pantesan saya nggak dapaet-dapet pasangan mbak.. hehehehehe :D (curcol)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe jangan dengerin saya mas, belum tentu semua wanita setuju :)

      Hapus
    2. Betul Mas Nady saya juga berfikir demikian haahhah.ah.ah.

      Hapus
  20. perlu adanya batasan batasan ya mbak, jangan sampai dikorbanya semua nya ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, kalau terlalu banyak berkorban rasanya seperti berat sebelah. nggak balance antara memberi dan menerima.

      Hapus
  21. di kampung saya wanita yg suka mempermainkan pria disebut wanita mbulet mbak, artinya melepas kepala tetapi memegangi ekornya dgn cara halus :) hmmm makasih inspirasinya mbak, semoga bisa mengingatkan wanita2 lain yg suka berbuat konyol pada dirinya sendiri :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. mudah-mudahan saya bukan termasuk wanita mbulet, karena sayang sekali kalau kepala ini dilepas.. cuma satu dan gak ada suku cadangnya :) sama-sama mbak Indri, anyway sudah jam makan siang nih, menu hari ini semur endog dan sambel goreng tempe khas tradisional sunda hehehe *oot

      Hapus
  22. Intinya jangan terlalu berlebihan, yang sedang-sedang aja... :)

    BalasHapus
  23. Orang-orang lebay di dunia nyata dan dunia maya yang lebay dengan kisah asmaranya...hell to them. Berpikir gak sih kalau misalkan sudah menikah yang muncul itu bukan hal yang bagus aja, tapi segala hal buruk tentang pasangan akan terbongkar: pengalaman my brother. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Well said. Kalo pacaran versi orang dewasa jarak 3 bulanan juga udah ketahuan semua kejelekan pasangan. Yang bermain disini konsekuensi, karena kita sudah memilih dia, mau gak mau ya terima aja dia dengan semua kejelekannya.. dan jangan banyak curcol di fb :p

      Hapus
  24. cinta memang butuh sebuah pengorbanan ya mbak, tapi alangkah baiknya nggak dikorbankan semua, sebagai pasangan yang baik, tentu kita bisa membedakan mana yang perlu dan nggak perlu dikorbankan ;)

    BalasHapus
  25. Wanita itu suka kelembutan tapi ada juga ding wanita yang suka yang agak keras hehehe

    BalasHapus
  26. sepakat sama master yono karyono, memag benar bahwa wanita suka kelembutan ya master :D

    BalasHapus
  27. Semoga banyak cewek2 yang membaca tulisan ini,,, akh.. siapakah si Psikopat tempo dulu itu???

    BalasHapus
  28. wah makin ramping aja mbak alexa rank nya, luar biasa. Semoga sukses untuk blog old sunday ya ;)

    BalasHapus
  29. mantabs tipsnya buat wanita, saya sebagai laki-laki harus punya juga tips seperti itu, hehehehe. salam kenal n kunjungan dr bloger surabaya.
    7 Passenger SUV

    BalasHapus
  30. Aku setuju dengan yang ini "Menjadi Seseorang Yang Lain" yang aku rasakan juga saat pacaran itu kenapa harus keluar dari jati diri aku,, kenapa harus jadi orang lain. Mencoba merubah semuanya agar dia suka padahal itu sangat memaksa

    BalasHapus
  31. harus bisa menjaga diri, dan sebagai cowok harus tetap menjaga wanita yang dicintai :D

    BalasHapus
  32. Dalam pandangan saya sih tulisan ini tidak bermaksud menggurui. Selain karena muatannya sangat bijaksana dan membuat para pembacanya untuk instropeksi diri. Khususnya bagi kaum wanita kayaknya karena judulnya untuk kaum wanita agar jangan terlalu memforsir diri berkorban segalanya untuk kaum Pria. Sebagai PRIA saya seru seru aja membaca tulisan ini. Karena ada sisi lain dari PRIA yang sebenarnya bisa didiskusikan kembali. Semuanya untuk kebaikan bersama sama.

    BalasHapus
  33. point terakhir yg menurut ane penting.
    krn sahabat adalah segalanya

    BalasHapus
  34. saya paling suka sama yang terakhir mengenai sahabat .

    BalasHapus

Dilarang berkomentar di blog ini kecuali Anda blogger yang nyantai kayak di pantai :-*

Follow Us

Mengenai Saya

Foto Saya

Menjual obat herbal untuk berbagai macam penyakit. Dapatkan artikel kesehatan terbaru di www.natur-eve.com dan konsultasikan keluhan kesehatan Anda di +6283 827 560 555 atau 29E4EA23.

Teman

Khasiat Daun Sirsak

© Old Sunday All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates